Bravo 13
MHU Uji Truk Angkut Listrik, Biaya Operasi Tambang Berpotensi Turun 40 PersenIndustri tambang batu bara memasuki fase baru. Di Kutai Kartanegara, uji truk angkut listrik menandai efisiensi biaya dan penurunan emisi.
Oleh Bobby Lolowang2026-01-28 10:47:00
MHU Uji Truk Angkut Listrik, Biaya Operasi Tambang Berpotensi Turun 40 Persen
Manajemen dan pekerja PT Multi Harapan Utama bersama mitra mengikuti kick-off uji coba truk angkut listrik SANY di area operasional Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Sabtu (24/1/2026), sebagai bagian dari evaluasi teknologi rendah emisi untuk kegiatan pertambangan. (Dok PT MHU)

BRAVO13.ID, Samarinda - Industri tambang batu bara mulai menyentuh fase baru transisi energi. Di Kutai Kartanegara, sebuah perusahaan tambang menguji penggunaan truk angkut listrik di area operasionalnya, dengan potensi pemangkasan biaya operasional hingga sekitar 40 persen sekaligus penurunan emisi.

Uji coba tersebut dilakukan PT Multi Harapan Utama (PT MHU) di area tambang Loa Kulu, Sabtu (24/1). Langkah ini menjadi kelanjutan dari upaya perusahaan menekan konsumsi energi dan emisi melalui penerapan teknologi rendah karbon dalam kegiatan penambangan.

Truk listrik yang diuji, tipe SANY 445 EV Dump Truck, dioperasikan langsung di medan tambang untuk menilai kinerja angkut, ketahanan unit, serta kecocokan jam kerja dengan kebutuhan produksi. Pengujian dilakukan dalam kondisi operasional aktual guna memperoleh data objektif sebagai dasar pengambilan keputusan.

Dari sisi biaya, perbandingan siklus operasional menunjukkan perbedaan signifikan. Dump truck diesel dengan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja mencatat total biaya sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam. Sementara dump truck listrik diproyeksikan memiliki biaya siklus sekitar Rp6,71–7,15 miliar atau Rp423.900–439.600 per jam. Selisih tersebut menunjukkan potensi efisiensi biaya hingga sekitar 40 persen.

Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menyatakan bahwa uji coba ini dilakukan dengan pendekatan teknis yang terukur. Evaluasi difokuskan pada keandalan unit dan keselamatan kerja sebelum teknologi baru dipertimbangkan untuk diterapkan lebih luas dalam operasi tambang.

“Hasil uji coba akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi,” ujarnya.

Secara operasional, MHU dinilai memiliki prasyarat yang mendukung elektrifikasi armada, termasuk akses pasokan listrik PLN serta proyeksi umur tambang jangka panjang. Kondisi tersebut membuka peluang penerapan teknologi kendaraan listrik secara lebih berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.

Uji coba truk listrik ini merupakan kelanjutan dari program HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining) yang telah diterapkan MHU sejak awal 2025. Melalui teknologi hybrid, konsumsi bahan bakar armada hauling berhasil ditekan dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam atau turun sekitar 46 persen, melampaui target awal sebesar 30 persen.

Selama periode Februari hingga Juni 2025, program HYDRUM mencatat penghematan bahan bakar sekitar 1,22 juta liter, penghematan biaya operasional Rp19,9 miliar, serta penurunan emisi sebesar 3.067,9 ton CO₂e.

Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa uji coba truk angkut listrik merupakan bagian dari strategi transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan realistis.

“Teknologi hybrid menjadi fondasi awal transformasi operasional kami. Uji coba truk listrik ini merupakan langkah lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV dalam mendukung operasi tambang yang lebih efisien dan rendah emisi,” ujarnya.

Komitmen keberlanjutan tersebut juga tercermin pada penilaian eksternal. Dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) Score 2025 oleh S&P Global, MMSGI sebagai induk usaha MHU mencatat skor 52 dari 100 untuk kategori Coal & Consumable Fuels.

Melalui uji coba ini, MHU menempatkan efisiensi energi dan pengurangan emisi sebagai bagian dari strategi bisnis, sekaligus memberi sinyal bahwa transisi energi di sektor tambang mulai bergerak dari wacana menuju perhitungan operasional yang nyata. (*)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait