Bravo 13
Proyek Bendungan Marangkayu Diharapkan Jadi Sumber Air dan Wisata BaruRencana pembangunan Bendungan Marangkayu di Kutai Kartanegara terhambat masalah lahan, padahal proyek ini digadang jadi pusat irigasi dan wisata.
Oleh Bobby Lolowang2025-09-08 21:46:00
Proyek Bendungan Marangkayu Diharapkan Jadi Sumber Air dan Wisata Baru
Kawasan Bendungan Marangkayu yang direncanakan menjadi sumber air pertanian sekaligus destinasi wisata baru. (Istimewa)

BRAVO13.ID, MarangkayuPembangunan bendungan di Kecamatan Marangkayu kini memasuki tahap krusial: antara harapan besar masyarakat dan persoalan klasik agraria yang belum tuntas. Proyek ini digadang menjadi solusi ganda—menopang ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru lewat sektor wisata. Namun, sebagian lahan yang akan digunakan masih berstatus hak guna usaha (HGU) perusahaan dan sebagian lagi milik warga.

Camat Marangkayu, Ambo Dalle, menyebut potensi manfaat bendungan ini sangat besar bagi masyarakat setempat. Selain fungsi utamanya sebagai sumber air irigasi pertanian, kawasan sekitar juga dirancang agar bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata alam. “Harapan kita ada solusi terbaik agar proyek ini bisa segera berjalan,” ujarnya.

Wilayah Marangkayu memang dikenal memiliki lanskap perbukitan hijau dan aliran sungai yang masih terjaga. Kombinasi ini membuat rencana pembangunan bendungan tak hanya strategis secara teknis, tapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi untuk pengembangan wisata berbasis lingkungan.

Pemerintah kecamatan berharap koordinasi lintas instansi, terutama dengan pihak perusahaan pemegang HGU dan masyarakat, dapat menemukan titik temu tanpa merugikan pihak mana pun. “Jika terealisasi, bendungan ini tidak hanya bermanfaat bagi pertanian, tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisata baru di Marangkayu,” kata Ambo Dalle.

Rencana ini sejalan dengan kebijakan Kabupaten Kutai Kartanegara yang tengah mendorong diversifikasi ekonomi di wilayah pesisir dan utara melalui pembangunan infrastruktur air dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Namun, keberlanjutan proyek sangat bergantung pada penyelesaian sengketa lahan yang kini menjadi pekerjaan rumah utama. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait