
BRAVO13.ID, Tenggarong - Dua abad lebih Tenggarong berdiri, jejak sejarah dan budaya masih menjadi ruh kota. Kini di usia 243 tahun, wajahnya diarahkan menuju modernitas tanpa meninggalkan identitas sebagai Kota Raja.
Kecamatan Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), resmi memasuki usia 243 tahun pada 28 September 2025. Sebagai pusat peradaban dan pemerintahan, perayaan HUT kali ini digelar dengan ziarah ke makam Sultan, serta rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Senin (29/9).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri hadir bersama unsur Forkopimda, DPRD, dan tokoh adat. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran Tenggarong sebagai etalase budaya dan sejarah Kukar.
“Dengan nilai historikal ini kami harap Tenggarong tetap kental nilai budaya dan menjadi kota modern yang memerhatikan adat istiadat di Kukar,” ujar Aulia.
Aulia menekankan, identitas Tenggarong sebagai Kota Raja harus terus dijaga. Baginya, budaya dan adat istiadat tidak boleh tergerus arus modernisasi, melainkan harus menjadi fondasi pembangunan.
Selain menekankan nilai budaya, Aulia juga memaparkan rencana pembangunan strategis di Tenggarong. Salah satunya adalah penyelesaian Pasar Tangga Arung baru dengan konsep semi modern. Pasar ini diklaim menjadi yang terbesar di Kaltim di tingkat kabupaten.
Pasar Tangga Arung akan menampung ratusan pedagang, sekaligus diharapkan menjadi pusat perbelanjaan utama masyarakat Tenggarong. “Pasar ini terbesar di Kukar, bahkan terbesar se-Kaltim di tingkat kabupaten,” ucap Aulia.
Tidak hanya pasar, Pemkab Kukar juga menyiapkan Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) di kawasan Puja Sera Tenggarong. Gedung ini dirancang sebagai pusat kreativitas dan pelatihan seni budaya.
Aulia menyebut, Gedung Ekraf akan difungsikan untuk latihan seni tari, pengembangan komunitas kreatif, serta penghidupan sanggar tari kesultanan. Tujuannya agar identitas Tenggarong sebagai kota budaya tetap terjaga, sekaligus mendukung potensi pariwisata.
“Budaya dan kreativitas harus berjalan seiring. Gedung Ekraf ini kami dorong menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk mengembangkan bakatnya,” jelasnya.
Dengan peringatan ke-243 tahun, Aulia optimis Tenggarong mampu menjaga nilai budaya sekaligus menjadi kota modern yang inklusif. Ia berharap masyarakat dapat ikut serta dalam melestarikan identitas Kota Raja.
“Kami optimis bisa menjaga nilai budaya di Tenggarong dan membawa kebaikan bagi masyarakat Kukar,” tutupnya. (adv)

