
BRAVO13.ID, Samarinda - Setiap kali hujan turun, meski hanya sebentar, genangan air langsung merendam kawasan simpang Jalan Trikora dan Gotong Royong di Kecamatan Palaran. Warga sudah terbiasa menghadapi kondisi ini bertahun-tahun, lantaran minimnya saluran air yang memadai di area tersebut.
Kini, harapan baru mulai tumbuh. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah membangun drainase besar di sepanjang ruas jalan itu. Proyek ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang mengurangi banjir di wilayah rawan genangan.
Anggota DPRD Samarinda dari Daerah Pemilihan II, Jasno, menyatakan bahwa proyek tersebut sepenuhnya ditangani Pemprov Kaltim. Hal ini sesuai dengan status jalan Trikora sebagai bagian dari jalan provinsi.
“Drainase itu dilakukan oleh pemerintah provinsi, karena itu jalan provinsi. Saat ini dalam proses pengerjaan,” kata Jasno saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, simpang Trikora-Gotong Royong selama ini memang tidak memiliki saluran pembuangan air (paret) yang layak. Akibatnya, air hujan meluber ke badan jalan dan menghambat aktivitas warga. Pengerjaan drainase tahun ini diharapkan bisa mengakhiri persoalan tersebut.
“Memang simpangan itu tidak ada paretnya. Nah justru itu sekarang dikerjakan agar air tidak langsung ke jalan,” ujarnya.
Namun Jasno tak menampik bahwa proyek ini sempat menimbulkan gangguan sementara. Aktivitas kontraktor menyebabkan tumpukan galian yang malah menyumbat aliran air. Kondisi itu, menurutnya, wajar dalam proses pembangunan, namun tetap harus diperhatikan dampaknya terhadap pengguna jalan.
“Saya juga lewat di situ tiap hari. Becek sekali. Nanti akan saya sampaikan ke pihak PPK-nya, karena itu cukup mengganggu,” kata Jasno.
Meski demikian, ia optimistis jika pengerjaan rampung, genangan air tidak akan lagi menjadi pemandangan rutin. Ia juga menyebut proyek drainase akan berlanjut dari ruas Jalan Trikora ke Gotong Royong pada bulan-bulan mendatang.
“Drainase ini cukup besar. Sekarang dikerjakan dari arah Trikora dulu. Gotong Royong nanti menyusul,” tambahnya.
Pembangunan ini dinilai penting tidak hanya untuk meredam banjir, tapi juga untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dari potensi kecelakaan akibat jalan tergenang. (adv)

