Bravo 13
Bejaguran Jadi Panggung Prestasi, Kukar Siapkan Petarung ke MalaysiaBejaguran 2025 resmi dibuka di Taman Tanjong Tenggarong dengan 22 petarung berlaga. Kukar siapkan atlet untuk ajang internasional di Malaysia.
Oleh Bobby Lolowang2025-06-22 21:04:00
Bejaguran Jadi Panggung Prestasi, Kukar Siapkan Petarung ke Malaysia
Bupati Kukar Edi Damansyah berfoto bersama petarung peraih sabuk juara dalam pembukaan Bejaguran 2025 di Taman Tanjong Tenggarong, Jumat (20/6/2025). (Kontributor Bravo13.id)

BRAVO13.ID, Tenggarong - Jumat malam, 20 Juni 2025, langit Tenggarong menjadi saksi kembalinya sorak sorai khas Bejaguran. Di tengah lampu sorot yang menerangi ring tarung dan tribun penuh sesak, Taman Tanjong menjelma menjadi arena pertarungan yang menyatukan adrenalin, tradisi, dan semangat anak muda Kutai Kartanegara.

Ajang yang kini memasuki penyelenggaraan keempat tahun ini dibuka dengan penampilan 22 petarung dari berbagai kategori: bejaguran, behantup, behantam, dan MMA Pro. Masing-masing memperlihatkan teknik, kekuatan, dan daya tahan dalam pertarungan yang dikemas profesional. Meski berasal dari akar tradisi lokal—“bejagur” berarti bertarung atau beradu ketangkasan dalam bahasa Kutai—ajang ini telah berevolusi menjadi panggung pembinaan atlet dan pelestarian budaya.

Inisiatif ini digelar oleh Pemkab Kukar bekerja sama dengan Asosiasi Olahraga Kombat Indonesia (AOKI). Tujuannya bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi menciptakan ruang positif bagi anak muda yang memiliki minat dalam bela diri.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, yang hadir langsung di arena, menyuarakan semangat pembinaan kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa Bejaguran bukan tempat mencari masalah, melainkan arena resmi untuk menyalurkan bakat secara bertanggung jawab.

“Yang hobi bejagur, jangan di kampung. Bejagurlah di atas ring. Ini tempat yang benar,” ujar Edi di hadapan ratusan penonton.

Ia juga menyentil pentingnya latihan dan dedikasi. “Kalau tidak siap bertanding, nanti malah seperti stand up comedy. Harus latihan sungguh-sungguh,” kata Edi sembari mengundang tawa hadirin.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Edi menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar untuk mengaktifkan kembali ring tarung di Stadion Rondong Demang. Fasilitas itu diharapkan menjadi tempat latihan rutin dan pusat pengembangan petarung Kukar.

Tak hanya itu, Kukar juga tengah menyiapkan satu atlet untuk bertanding di ajang internasional di Malaysia. Pemkab Kukar berkomitmen membiayai seluruh kebutuhan, mulai dari tiket, penginapan, hingga konsumsi.

“Pemerintah akan fasilitasi penuh. Kita ingin atlet kita tampil membanggakan dan membawa nama Kukar di panggung dunia,” tegas Edi menutup sambutannya.

Bejaguran 2025 tak hanya jadi ajang hiburan, tapi juga panggung pembuktian. Bahwa olahraga tarung, jika dikelola dengan baik, bisa mencetak prestasi sekaligus memperkuat jati diri budaya lokal. (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait