Bravo 13
Kukar Siapkan Bantuan Rp 25 Juta untuk Majelis Taklim, Tegaskan Peran Sosial KeagamaanSilaturahmi antara Bupati Kukar Edi Damansyah dan ratusan pengurus Majelis Taklim jadi momen penguatan Gerakan Etam Mengaji dan bantuan keagamaan.
Oleh Bobby Lolowang2025-05-08 21:26:00
Kukar Siapkan Bantuan Rp 25 Juta untuk Majelis Taklim, Tegaskan Peran Sosial Keagamaan
Bupati Kukar Edi Damansyah berfoto bersama 750 pengurus dan anggota Majelis Taklim dalam acara silaturahmi di Pendopo Odah Etam, Rabu (7/5/2025). (Istimewa)

BRAVO13.ID, Tenggarong - Ruang utama Pendopo Odah Etam Tenggarong dipenuhi lautan jilbab merah muda pada Rabu, 7 Mei 2025. Sekitar 750 anggota dan pengurus Majelis Taklim dari Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu berkumpul dalam suasana hangat penuh semangat. Mereka menghadiri silaturahmi bersama Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, yang selama ini dikenal dekat dengan kelompok-kelompok pengajian ibu-ibu di Kukar.

Ketua panitia kegiatan, Hj Nani Trikorawati, menyebut silaturahmi ini menjadi momen istimewa yang telah lama dinanti oleh para pengurus Majelis Taklim. Tak hanya menjadi ajang temu, acara ini juga menjadi sarana menyampaikan aspirasi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan komunitas keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kukar secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan keagamaan: 12 unit speaker aktif untuk majelis taklim, 75 mukena untuk peserta, 200 buku Yasin, serta layanan khitanan massal gratis bagi anak atau cucu para pengurus. Bantuan ini diapresiasi sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan spiritual dan sosial masyarakat.

Edi Damansyah menyampaikan apresiasinya kepada para ibu-ibu pengajian, kelompok shalawat, yasinan, serta Sholawat Burdah yang telah aktif mendukung Program Gerakan Etam Mengaji (GEMA). Ia menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar program tahunan, tapi bagian dari misi besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda melalui Al-Qur’an.

“Kita tidak mematok target hafalan 30 juz. Tapi kita ingin anak-anak kampung bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, kembali ke kampung, mengurus masjid, menjadi guru mengaji. Itulah target sebenarnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan seorang anak dari Desa Sambera, Kecamatan Marang Kayu, yang telah hafal 30 juz sebagai bukti bahwa dengan kesungguhan, target itu bisa dicapai.

Edi juga menggarisbawahi bahwa Gerakan Etam Mengaji berjalan di atas realitas sosial masyarakat Kukar yang sudah lebih dulu aktif dalam pendidikan agama, baik melalui rumah, pengajian RT, hingga lembaga-lembaga formal seperti TPA dan LPTQ. Pemerintah, kata dia, hanya memperkuat apa yang telah dijalankan umat.

Lebih lanjut, ia menyinggung rencana kelanjutan visi-misi Kukar Idaman hingga 2030. Ia menyebut program bantuan Rp 25 juta untuk setiap majelis taklim sesuai kriteria Kemenag, serta program “Terima Kasih Guru Ngajiku” yang akan memberikan penghargaan berupa umroh gratis atau insentif kepada para guru ngaji, imam masjid, hingga penggali kubur.

“Ini semua lahir dari kesadaran bahwa keberhasilan Kukar dalam MTQ tak lepas dari peran mereka, meski jarang disebut. Mereka layak mendapat apresiasi,” jelasnya.

Edi mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan, menjalankan peran masing-masing dengan penuh dedikasi. Ia menutup pesannya dengan penegasan: “Apa yang kita lakukan harus diniatkan lillahi ta’ala, demi kemaslahatan umat dan manfaat bagi sesama.” (adv)

Dapatkan informasi dan insight pilihan bravo13.id

Berita Terkait