
BRAVO13.ID, Samarinda – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Fahruddin, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait minimnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Pandangan usang yang menganggap pertanian sebagai pekerjaan lamban dan kurang menjanjikan menjadi penghalang utama. Padahal, potensi pertanian untuk berkembang pesat terbuka lebar, terutama jika generasi milenial diberi pemahaman dan dukungan yang tepat.
Fahruddin optimis, "Kami berencana untuk menggerakkan mereka dengan kolaborasi berbagai pihak, membuka peluang bagi generasi muda untuk terjun langsung ke dunia pertanian."
Tak hanya itu, Fahruddin juga menyoroti pentingnya peningkatan anggaran untuk sektor pertanian di Kota Samarinda. "Meningkatkan produksi pangan lokal adalah keharusan, mengingat sebagian besar kebutuhan pangan di Kota Tepian masih dipasok dari luar daerah," tegasnya.
Langkah konkret pun telah disiapkan. Fahruddin siap menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disketapangtani) Samarinda untuk merancang program-program menarik yang mampu menyedot perhatian generasi muda.
"Kami berkomitmen penuh untuk membuka jalan bagi generasi muda agar dapat berkontribusi dalam pertanian dan memenuhi kebutuhan pangan lokal," pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, harapannya generasi milenial dapat melihat pertanian sebagai peluang emas, bukan lagi sekadar pekerjaan tradisional. Pertanian modern yang berkelanjutan, siapa tahu, justru menjadi jawaban bagi masa depan ketahanan pangan Samarinda. (adv)

